Wednesday, November 9, 2016

Ruang Kosong

7 comments
Ruang Kosong


Terkadang malam begitu
menyesakan

Rumbai-rumbai cahaya bulan menjuntai

Menyentuh lembut
pisi pemukim bumi

Bersinambung risalah
keindahan

.
Juga angin berjalan lamban

Sepoinya mengundang
damai

Melantunkan nyanyian hati

Berbisik tentang rindu
kupesan
.
T
Ada cerita tadi siang

Sebelum senja perlahan
datang

Merangkum peristiwa
sebelum petang
Dari tarian rancak ilalang

.


Entah,
ini malam keberapa dari
ribuan malam

Belum terpecahkan satupun tanya

Sedang purnama selalu
sama

Biaskan bayangmu di sisi
cahaya...

***


Malam kembali pada
habitatnya,
meski langit tanpa rembulan

Ada sketsa rasa tanpa rupa
dari kisi-kisinya

Selintas terlihat binar bola
matamu
terhempas di sudut sepi
Juga senyum terbiarkan
terpekur di ruang tak
bertuan


"Beranjaklah, lalu ayunkan
langkahmu memenuhi
sunyi ... agar pecah dinding-dinding angan."

"Aku lebih menyukai ini ...

Aku bisa menikmati aurora
dari misterimu dalam
sendiriku."


Malam akan berjalan
perlahan bersama damainya

Seperti berjalannya waktu,
selalu menjaga rinduku,
buatmu ....

Banyak gema yang sudah terucap, namun detik waktu yang belum terjawab.

If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

7 comments:

  1. Buatmu yang menghantui hati
    yang bikin tak tenang jiwa ini
    sulamkan sinar terang diantara gemerlap bintang
    yang akan menyejukan jiwa
    akan jawaban pasti darinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.., ya juga @lis benar juga katamu,kita hanyalah manusia cuma bisa berusaha dan menerima apa yg sudah di gariskan oleh-NYa.
      makasih buat kunjungannya.

      Delete
  2. Di tepian hari yang kian menua
    Sengaja ku cipta sebait puisi
    Sebagai salam padamu tuan
    Semoga harimu penuh kedamaian
    Merangkum jejak yang tertinggal
    Pada titian rindu yang tak terpaut
    Merebah sejenak lepaskan penat
    Semoga bunga tidurmu mengukir senyum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin, makasih @may buat doa dan kehadirannya.

      Salam

      Delete
  3. Ada sketsa rasa tanpa rupa.

    Hmmmmm.... Aku pun pernah merasakan hal itu, mas. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha..., podo ae berarti yo mas @Djacka Artub

      Delete
  4. Bisa banget ya bikin puisi. Ntar kalo ada pr bikin puisi, bantuin yak... :P

    ReplyDelete